Alasan Harga Barang di China Terjangkau

Hampir setiap harga barang di China itu selalu dikenal baik dengan harga yang terjangkau. Tak heran bila sampai pada saat ini, banyak sekali label bertuliskan: “made in China” dimana-mana, di semua negara termasuk di Indonesia. Terlepas dari pemikiran orang terhadap kualitas barang China yang meragukan, namun fakta membuktikan bahwa negara China selalu berhasil sukses menjadi pebisnis eksportir barang murah terbesar dimana-mana. Khususnya untuk barang elektronik, seperti laptop, gadget smartphone, tablet, dll. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apa sih yang membuat harga barang dari China selalu dijual dengan harga yang lebih murah? Ini jawabannya!

  1. Mereka selalu mengutamakan branding dibandingkan keuntungan. Berawal dari menjual produk yang murah, namun produknya berujung sebagai produk yang mewah. Salah satu contohnya adalah produk Xiaomi. Harga jualnya terkenal sangat kompetitif sekali, dengan konsekuensi bahwa keuntungan yang didapatkan jauh lebih kecil. Namun, meskipun begitu, bila berbicara tentang popularitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Sehingga, mereka berhasil menciptakan smartphone berkelas high end sampai pada saat ini.
  2. Setiap barang yang diekspor dari China menuju keluar negeri selalu mendapatkan subsidi dari pemerintah. Entah itu dari subsidi hingga pemberian bebas biaya ekspor. Produk yang setengah jadi yang kemudian dikirim ke negara lain diberikan subsidi pemerintah. Dengan begitu, perusahaan tidak akan membayar biaya ekspor dengan biaya penuh. Bahkan, tidak ada juga bea ekspor. Sehingga, hal ini membuat banyak perusahaan mulai tertarik untuk memproduksi barang jadi dan kemudian mengekspornya dari pada mengekspor barang yang setengah jadi.

Di antara dari banyak alasan di atas, salah satu alasan kenapa harga barang dari negara China selalu dijual lebih murah adalah karena mereka memastikan bahwa Yuan itu jauh lebih rendah dari pada USD. Mereka selalu berpikir bahwa nilai tukar yang rendah itu sebenarnya justru merupakan peluang terbaik untuk berbisnis apa saja. Meskipun aneh, namun justru mereka berhasil menciptakan strategi terbaik untuk menjadi negara pengekspor paling besar di seluruh penjuru dunia berkat nilai tukarnya tersebut dan berkat dari filsuf yang digunakan dari buku berjudul, the Art of War.